6 Cara Menulis Blog dengan Storytelling yang Bikin Pembaca Betah

 

Cara Menulis Blog dengan Storytelling


Pagi ini, dia menghidupkan layar smartphone setelah semalaman diabaikan. Terlalu serius menulis di laptop membuatnya lupa. Maklum sedang banyak inspirasi gara-gara ikut Wordholic class”. Alangkah kagetnya ia menemukan banyak notifikasi komentar baru di postingan terakhirnya. Ada apa gerangan?

Pernah tidak kamu membayangkan membuka sebuah tulisan non-fiksi dengan cara seperti di atas?

Tidak? Kalau begitu selamat mencoba :D


Apakah storytelling bisa untuk tulisan blog?

Selama ini storytelling dihubungkan dengan penulisan fiksi. Namun ternyata storytelling dapat dimanfaatkan untuk penulis konten blog.

Storytelling berarti penulis menyampaikan informasi dengan gaya bercerita. Dan hal ini jelas lebih menarik diikuti dari sekadar membaca data saja. (Baca juga: TIps Menulis Konten Media Sosial)

Memangnya tidak masalah? Tentu saja tidak. Selama tidak menimbulkan kesalahan informasi dan melakukan rekayasa data. 

Saat kita diminta membuat ulasan tentang sebuah rumah makan dengan data: harga makanan di kisaran 23 ribu rupiah hingga 150 ribu rupiah, 12 meja persegi, dan desain bernuansa vintage, maka jelas akan lebih menarik jika menampilkannya sebagai sebuah cerita.




Bagaimana menulis dengan teknik storytelling?

Nah, kalau data tadi ditulis hanya begitu saja tentu kurang menarik. Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk membuatnya menjadi cerita yang menggugah pembaca


1# Buat opening cerita yang menarik

Selayaknya membaca sebuah cerpen maupun novel, Paragraf bahkan kalimat pembuka jelas akan menjadi penentu apakah pembaca akan melanjutkan membacanya atau tidak. Pembukaan ini menggambarkan topik atau masalah yang ingin kamu bahas. 

2# Masukkan pengalaman pribadimu ke dalam tulisan

Jika saat mengunjungi rumah makan yang akan kamu review kamu sempat tersesat, kamu bisa memasukkan detail itu ke dalam tulisanmu. Atau kamu kehujanan atau bahkan habis diputusin pacar saat ke rumah makan tersebut, jangan segan-segan berbagi pengalaman personalmu. Jeaskan siapa tokoh di dalam tulisan.

3# Pastikan ceritamu berhubungan dengan pesan atau informasi yang ingin kamu sampaikan

Jangan sampai kamu asyik mengarang cerita tapi pesan pentingnya malah terlupakan. Tadinya mau mengulas rasa makanannya, tetapi kamu malah mengulas musiknya yang bikin kamu yang sedang patah hati jadi semakin sedih. :D
Bisa-bisa diprotes sama klien.



4# Masukkan dialog di dalam tulisanmu

Memadukan dialog dengan narasi akan membuat tulisan jadi lebih enak dibaca. Membuat pembaca merasa seperti ngobrol dengan teman, bukannya merasa seperti membaca buku referensi ilmiah.

5# Tambahkan gambar untuk menguatkan ceritamu

Kehadiran gambar atau foto akan menambah informasi sekaligus menguatkan cerita yang kamu sampaikan ke pembaca. Juga membuat tulisanmu semakin enak dibaca. (Baca Juga: Kenapa Kita Perlu Menulis di Blog)


6# Adanya bagian akhir yang berkesan

Ceritakan penutup cerita yang merangkum akhir perjalanan tokoh di dalam artikel. Bisa juga bertindak sebagai pemecahan masalah.



Seru ya? Yuk langsung praktikkan dan buat pembaca blogmu betah berkunjung dan selalu menantikan tulisanmu!



Ditulis oleh Atria Sartika

2 Comments

  1. makasih banyak inside penulisan gaya story telling
    buat yg suka baca novel pasti betah baca gaya kayak gini

    ReplyDelete